H-1
Gak kerasa udah H-1 sebelum pulang kampung…hihiih…*senangnya*. Persiapan Pulang kampung hanya aku rasakan setahun maksimal 2 kali dalam setahun, dan paling heboh pas menjelang lebarang donk. Dua minggu sebelum hari H, udah beli oleh-oleh untuk keluarga di Bontang. Tidak seperti tahun-tahun lalu hanya memberi oleh-oleh untuk keluarga kecil, tahun ini dengan ada sedikit tambahan rejeki, akhirnya bisa beli oleh-oleh buat keluarga besar termasuk bibi, paman, dan sepupu. Senang banget, dan sama seperti tahun lalu untuk aku sendiri gak dapat apa-apa…hihihih. Untuk baju lebaran masih bisa pinjam my sister, eh kayaknya ada baju muslim tahun lalu deh yang ketinggalan…emmm masih bisa dipakai deh.
Tradisi pulang kampung alias *PULKAM* memang akan dirasakan bukan hanya oleh aku sebagai anak perantauan di Jakarta, tapijuga mungkin hampir 1/2 orang yang menjadi penduduk Jakarta akan pulkam. Moment mempersiapkan tradisi ini merupakan hal yang sangat berarti bagi aku, apalagi mempersiapkan oleh-oleh.
Kue kering 12 toples, Mukenah 8 potong, Kaos 1 lusin, Baju dede’ Opam, baju kakak Micam, Baju dede’ Basid, Baju kakak Ridzwan, Baju koko buat Bapak, kakak, kk-ipar, Sepatu buat my sister, kain untuk baju ibu, kiriman coklat dr *Yank*….oiya…titipan JCo teman yang lagi hamil…wah belum kebeli nih…Apa lagi ya yang kelupaan??? Aku harap gak ada deh.
Kendala yang muncul dengan oleh-2 tsb adalah cara bawanya, secara yang aku harus terbang dr Jakarta-Balikpapan-Bontang, dan gak dapat pesawat dr Balikpapan-Bontangnya…hik…hikk,,,gara-gara Garuda men-change jadwal Pesawat dr jam 6 pagi menjadi jam 11 siang, akhirnya aku harus lewat darat selama 4 jam perjalanan darat….uuuhhhh semoga tidak batal puasanya. Akhirnya sebagian barang-2 udah aku kirim lewat TIKI..uuhh mahal ongkos kirimnya nih.
Paling menyenangkan saat menjelang lebaran adalah main kembang api dengan ponakan-ponakan. ya…karena aku anak terakhir dan belum berkeluarga sendiri, akhirnya hanya bisa bermain bersama ponakan, alias menjadi baby sister ;(…tapi menyenangkan bisa bermain kembang api dengan ponakan. Mendengar jeritan-jeritan mereka..hahahha…sebenarnya Aku sudah coba bermain kembang api sendiri di flat beberapa hari yang lalu…uuhhh sepi banget, cuman bisa memandangi percikan kembang api, tanpa ada suara jeritan-jeritan…sedih deh.
Oiya…ada yang belum aku lakukan adalah membayar Zakat Fitrah. Tahun lalu dibayarin Bapak..hihii…aneh Bapak masih menganggap aku anak kecil dan belum bisa bayar zakat fitrah sendiri. Akhirnya uangnya di jadiin zakat maal deh.
Apa lagi ya yang ketinggalan??? Oya..mungkin sebelum saya pulkam saya mau mengucapkan :
TAQABALLAAHU MINNAA WA MINKUM, SHIYAAMANAA WA SHIYAAMAKUM, MINAL AAIDIINA WAL FAAIDZIIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.