Archive for October, 2006

Jakarta-Balikpapan-Samarinda-Bontang (Part Two)

Wednesday, October 25th, 2006

Balikpapan, 25 Oktober 2006 19:05

Setelah perjalanan udara sekitar 1 jam 45 menit, tibalah aku di Sepinggan Balikpapan. Sempat berkenalan dengan si Dennis, aku segera bergegas menemui Bapak yang sudah hampir 2 jam menunggu di Bandara. Aku sala info ke bapak membuat beliau lama menunggu. Bapak segera memasukkan bagasi ke mobil, dan kami segera memulai perjalan Balikpapan-Samarinda-Bontang.

Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati pemandangan hutan belantara, dengan hanya satu-satunya jalan, kami saling salip dengan kendaraan lain. Layaknya sebagai navigator dengan Bapak kami relly. Sunggu menyenangkan, balap-balapan dengan mobil yang lain. Untung Ibu tidak ikut, karena Bapak lumayan ngebut juga. Kalo ada Ibu kami tidak bisa ngebut-ngebut, karena beliau akan mengomel sepanjang jalan. Sebenarnya Ibu ingin sekali untuk ikut menjemput ke Balikpapan, namun dengan berbagai alasan aku tidak membolehkan. Hihihihi….agak-agak bete juga beliau, lagian kalo Ibu ikut pasti sampai di Bontang Beliau akan mengeluh, pusing, capek, dss.padahal bukan beliau yang menyetir. Ibu ada penyakit jantungnya makanya aku tidak membolehkan ikut, dengan alasan bakal lama nyampe di Bontangnya.

Hanya 1 jam 40 menit kami sudah memasuki Samarinda, biasanya memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Kami tidak stop di Samarinda, melainkan langsung ke Bontang. Bapak mengejar untuk dapat tarawih di Bontang. Perjalan Samarinda-Bontang, agak sedikit bergoncang karena jalanan agak sedikit rusak. Menikmati sore di tengah hutan sangat-sangat menyenangkan bagiku. Sepanjang jalan aku dan Bapak mengobrol santai, membicarakan tentang ponakan dan ibuku. Selain itu Bapak mulai menanyakan hasil test dan keinginanku untuk pindah ke negara lain. Aku hanya menjawab bahwa belum ada hasil test berikutnya dan aku hanya ingin mencoba kemampuanku.

Kami tiba di Bontang tepat 2 jam perjalan dr Samarinda, sekitar pukul 7 malam. Bapak masih sempat terawih. Hari yang sangat menyenangkan bisa bersama Bapak seperti waktu kecil dengan speed boatnya. Bedanya sekarang kami menggunakan mobil. Dan sangat menyenangkan akhirnya tiba di Bontang dengan selamat, dan keluarga telah menyambut.

Jakarta-Balikpapan-Samarinda-Bontang (Part One)

Friday, October 20th, 2006

Bontang, 21 Oktober 05:19

Perjalanan dimulai pukul 8:30 WIB, menuju ke Terminal keberangkatan terminal 2 dengan Blue Bird. Tiba pukul 9:15 membuat aku sedikit nyantai melenggang masuk ruang boarding, tapi karena masih menunggu hingga 10:45 maka aku memutuskan untuk menunggu di selasar menuju ruang boarding, tidak rame dan bisa bertelepon ria tanpa ada yang memperhatikan. Kursi panjang yang berisi 5 buah kursi telah aku kuasai dengan1 tas rangsel bungkusan JCo dan bungkusan Roti Boy serta satu kursi telah aku taruh tas oleh-oleh. sedangkan 2 kursi lainnya aku pakai duduk…emmm untung gak di terminal 1, bisa-bisa dipelototin ma orang. Sebelum mengalihkan telepon flexi kesayangan ke Flexi Combo, aku berpamitan denga orang-orang yang belum sempat aku pamitin sekalian mengucapkan Mohon maaf lahir batin. Setelah itu aku mulai membaca PSAK  50 dan 55…gila udah liburan masih aja ada tugas membaca..uuhh dasar si Boss gak mau rugi deh :(. Memperhatikan orang-orang yang lalu lalang mengalihkan sebagian perhatian aku dr bacaan.Emmmm ada yang lumayan juga di perhatiin, terutama bule-bule..hihiihih ternyata ada juga yang terbang ke Balikpapan. Setelah pukul 10:15 aku mulai masuk ke ruang boarding, tanpa memperhatikan orang yang memandang aku menuju ke arah depan TV Flat, karena hanya disana yang masih ada 5 kursi kosong panjang…teteeep!!! Masih membaca buku PSAK, bule di belakang sudah muali memandangi..hihihi, tapi sok cuek doank, ehhh enggak juga sih, lagi malas ngobrol aja. Menjelang boarding  dibuka semankin banyak yang masuk memaksa aku untuk mulai menurunkan barang-barang yang berada di kursi dan mepersilahkan mereka duduk. Jam 10:45 pintu mulai dibuka, orang-2 mulai mengantri untuk masuk ke pesawat, aku masih duduk karena mels untuk berdiri mengantri, dan alhasil aku adalah penumpang yang terakhir masuk ke pesawat. Menduduki kursi 14A bersama Pasutri, menengok keseliling tidakada yang enak untuk dilihatin, kali ini aku kembali meneruskan membaca, tapi kali ini Novel Devil in Prada, cukup lama juga menyelesaikan novel satu ini, karena menggunakan Bahasa Inggris prokem. Tidak bisa mengartikan perkalimat aku hanya mengambil inti disetiap kalimatnya cukup membantu untuk mengerti dan memahami bahasanya.Penerbangan kali ini kurasakan agak sedikit lama, apa karena aku pun puasa sehingga tidak bisa menikmati hidangan dipesawat? Lumayan bisa dapat 1 chapter untuk hari ini masih ada 12 chapter lagi.

Tiba di Bandara Balikpapan sekitar pukul 12:45 WIB atau 13:45 WITA, selisih 1jam dengan Jakarta. Aku salah info ke Bapak , sepertinya beliau terlalu lama menunggu kedatanganku. Berubah dari rencana Bapak akhirnya menjemput aku. Beliau berangkat pukul 6 pagi Bontang dan nyampe Balikpapan pukul 11 Siang. Ditempat pengembalian barang, tidak sengaja berjumpa kembali dengan si bule, sebenarnya pada saat menunggu pintu pesawat dibuka, si bule yang ternyata duduk 4 baris didepan sudah melihat ke arah aku, aku lupa apakah aku tersenyum ata tidak ya….btw sekarang aku sudah di depan dia menunggu bagasi, si bule mulai mendekati dan menyapa…eng..ing…onggg…!!! dimulailah bahasa inggris tarzanku, aku cuek saja yang penting dia mengerti apa yang kumaksud dan akupun mengerti maksud pembicaraanya.

His name Dennis Thomson, Surface Solutions Manager Middle East Halliburton, oil and gas company. Emmm memang expatriat/bule yang datang ke Balikpapan kalau gak berhubungan dengan minyak yang pasti berhubungan dengan gas dan pertambangan.Lucu, cubby, hehehhe"nice to meet him", kami pun bertukaran name card, dia berjanji akan menemuiku apabila ke Jakarta, ya lumayan menambah-nambah teman,dan terutama adalah melatih bahasa inggris aku.

Bapak sudah menunggu di depan pintu kelaur, dan kamipun memulai "adventure" kami.

To be continue….part 2

Bapak

Wednesday, October 18th, 2006

"Asslaamualaikum, ya boss pa kabar…iya aku pulang hari jumat jam 11 siang…gak usah di jemput Pak, kasihan "pian" puasa, entar aku naik taxi or charteran mobil aja."

"Insyaallah kalo keterima, kan masih test Pak. Cukup kok uangnya di Jakarta, cuman pingin nyoba aja, siapa tahu keterima.Kan nanti "Pian" bisa berkunjung…heheheh."

Sepenggal pembicaraan via telepon dengan Bapak sehabis sahur 2 hari yang lalu. Ada sedikit kekhawatiran terdengar dari suara beliau ketika menanyakan keinginanku untuk pindah dari Jakarta. Beberapa bulan yang lalu aku pernah cerita tentang keinginanku ke Bapak, dan saat itu Bapak sih mengiyakan saja, karena beliau faham banget tabiatku, kalo ada yang aku iginkan, aku pasti akan berusaha mewujudkannya. Keras kepala….biasanya Bapak bilang begitu.

Sama sewaktu aku memutuskan kuliah di Surabaya, tanpa ada keluarga disana. Ibu udah khawatir saja, namun aku membuktikan bahwa aku bisa hidup sendiri di Kota Sura dan Buaya tsb. aku buktiin dengan nilai-2 IPK yang bisa dibilang bagus, dan aku ikut les-les serta magang. Tahun ke 2 kuliah aku sudah bisa punya penghasilan sendiri dan hanya meminta kiriman 1/2 dari orang tua.

Kejadian terulang lagi ketika aku memutuskan pindah ke Jakarta setelah menamatkan kuliah. Kembali Ibu meminta aku untuk pulang ke Bontang. Namun mungkin karena jiwa aku sudah terlalu dinamis dan pengaruh Surabaya yang panas dan mobilitas tinggi, aku akhirnya tetap memutuskan pindah ke Jakarta. Sama dengan Surabaya di Jakarta aku pun hidup sendiri, beruntunglah aku menemukan orang-orang yg bisa aku jadikan kakak dan saudara.

Aku terlahir sebagai anak terakhir di keluarga, dengan 2 orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan membuat keluarga kami begitu bahagia. Sedari kecil aku memang anak yg paling dekat dengan Bapak, karena hanya aku yang terlahir dengan ada Bapak mendampingi Ibu. Kakak-kakakku baru tinggal bersama saat aku umur 1 tahun, tapi tetap saja aku adalah anak kesayangan Bapak. Waktu itu sangking cemburunya dengan my sister aku melempar Bapak dengan pisau lipat…gila kan..heheheh untung saja tidak kena. Ceritanya waktu itu adalah bangun tidur biasanya Ibu sudah menyediakan panganan kecil, tapi hari itu tidak. Bapak baru pulang dr kerja, dan menyuruh my sister untuk beli di depan rumah. Tapi my sister manas-manasin aku dan bilang ke Bapak kalo aku gak usah dibeliin,entah mengapa saat itu aku sudah sangat marah sekali, tanpa sadar di dekat aku ada pisau lipat Bapak, langsung saja ak lemparkan ke Bapak…gak ngebayankan usiaku saat itu adalah 3 tahun. Saat-saat bersama Bapak sangat aku nikmati, apalagi kalo bawa mengajak aku ke Samarinda dengan mengendarai Speed Boat dengan kecepatan tinggi, berkelok-kelok melewati sungai Mahakam, atau sekedar mengantar bule-bule memancing di laut lepas. Aku memang paling sering diajak karena tidak pernah mabuk…*kangen masa-masa itu*

Masa-masa kecil begitu terekam dalam memory aku. Teringat rutinitas waktu sekolah, Pulang sekolah kami sehabis makan, kami harus tidur siang, kemudian sekitar pukul 3 or 4 Ibu akan membangunkan untuk belajar ngaji. Setelah tidak mengaji di Mesjid, Ibu mengajarkan kami mengaji di rumah, beliau memang pintar mengaji, dan terkadang mengajar ngaji teman-2nya di perkumpulan pengajian. Diajar oleh Ibu sangat keras, kami harus mengulang surat yang sebelumnya kami baca, kalo belum hafal kami akan di turunkan ke ayat sebelumnya, tapi kalo sudah bacaannya benar kami boleh melanjutkan ke ayat berikutnya. Ngaji dengan Ibu membuat aku selalu menangis, karena kalo aku sudah malas cubitan ibu di paha akan segera mendarat…hahahahhaPaha aku dulu selalu ada bekas cubitan biru-biru, tapi itulah ibu dengan cara megajarnya yang membuat aku bisa bertahan. Kalau aku sudah menangis sekitar pukul 4 ketika Bapak pulang kerja, dan Ibu mulai mengadukan kemalasanku, dengan santainya Bapak akan memberikan recehan uang 100 rupiah, saat itu uang sebesar 100 rupiah masih sangat berarti, secara kami jarang di kasih uang untuk jajan diluar, semua kebutuhan sudah disediakan oleh Ibu, jadi jangan harap kami sering jajan di luar. Hal itu yang selalu mengingatkan aku akan orang tua, hal-hal kecil yang sangat berarti…

Kami diajarkan untuk melakukan semua kegiatan Rumah sendiri, aku kebagian cuci piring, nyapu dan buat teh untuk Bapak sepulang kerja. Ibu tidak pernah menggunakan pembantu, anak-anaknya diajarkan untuk mandiri sejak kecil. Kami akan mendapat kerjaan sesuai dengan kemampuan. Tapi aku punya alergi terhadap debu, itu sering menjadi alasan aku untuk tidak menyapu…hehehhe..tetap aja akhirnya kena pukul..hihihi.

Kerengganganku dengan Bapak mulai terasa saat aku menginjam kelas 2 SMA. Saat ponakan aku yang pertama lahir. Terus terang aku merasa cemburu dengan hadirnya ponakanku, secara sejak dulu perhatian terbesar ke aku. Aku menjadi anak yang jarang di rumah, semua kegiatan extra di sekolah aku ikutin, Bola basket, Volly, Paskibra, Pramuka, or sekedar ke perpustakaan Dharmawanita untuk baca-baca menu masakan or SMURF. Kemudian kegiatan ku semakin bertambah sejak kelas 3 SMA, aku sering pulang malam, karena persiapan Ebtanas, dan aku merasa aku tidak secerdas waktu SD. Mungkin karena aku malas. Kakak Iparku pernah bertanya dengan Ibuku, diantara aku dan my sister siapa yang lebih cerdas. hahhahah…ibu akan menjawab"dua-duanya pintar dan cerdas, cuman kalo Kak Ita lebih rajin dibanding Iin" memang benar aku merasakan itu, aku akui kak Ita memang lebih rajin dari aku, dia orang yg tidak kenal lelah. Terbukti dengan kesuksesan dia sekarang sebagai pebisnis. Setelah lulus SMA hubunganku dengan Bapak menjadi biasa saja, aku berpikir apakah teman-temanku juga merasakan hal yg sama? aku tidak bisa sedekat dulu, tidak bisa minta gendong belakang lagi, apa karena aku juga sudah dewasa???..hehehhe.

Tapi aku masih menikmati kebersamaan itu dengan beliau, apalagi saat Bapak mengantarkan aku dr Bontang-Balikpapan dengan mobil. Hanya berdua perjalanan 4 jam, aku sangat menikmati,karena gak ada cucu yang merebut perhatiannya.

Sekarang aku baru merasakan betapa bahagianya saat bersama keluarga besarku, berkumpul dengan ponakan dan sepupu-2, dan aku sudah tidak sabar menanti setiap tahunnya untuk datangnya Lebaran. Bermain kembang api atau sekedar berkunjuang ke rumah Bibiku di Sangata, melewati hutan-hutan dengan Mobil Hard-Top hijau Bapak, yang kata dd’ Opam, mobil perangnya "Kai"…jadi tidak sabar untuk pulang.

Bapak, ibu…saya datang…!!!

H-1

Tuesday, October 17th, 2006

Gak kerasa udah H-1 sebelum pulang kampung…hihiih…*senangnya*. Persiapan Pulang kampung hanya aku rasakan setahun maksimal 2 kali dalam setahun, dan paling heboh pas menjelang lebarang donk. Dua minggu sebelum hari H, udah beli oleh-oleh untuk keluarga di Bontang. Tidak seperti tahun-tahun lalu hanya memberi oleh-oleh untuk keluarga kecil, tahun ini dengan ada sedikit tambahan rejeki, akhirnya bisa beli oleh-oleh buat keluarga besar termasuk bibi, paman, dan sepupu. Senang banget, dan sama seperti tahun lalu untuk aku sendiri gak dapat apa-apa…hihihih. Untuk baju lebaran masih bisa pinjam my sister, eh kayaknya ada baju muslim tahun lalu deh yang ketinggalan…emmm masih bisa dipakai deh.

Tradisi pulang kampung alias *PULKAM* memang akan dirasakan bukan hanya oleh aku sebagai anak perantauan di Jakarta, tapijuga mungkin hampir 1/2 orang yang menjadi penduduk Jakarta akan pulkam. Moment mempersiapkan tradisi ini merupakan hal yang sangat berarti bagi aku, apalagi mempersiapkan oleh-oleh.

Kue kering 12 toples, Mukenah 8 potong, Kaos 1 lusin, Baju dede’ Opam, baju kakak Micam, Baju dede’ Basid, Baju kakak Ridzwan, Baju koko buat Bapak, kakak, kk-ipar, Sepatu buat my sister, kain untuk baju ibu, kiriman coklat dr *Yank*….oiya…titipan JCo teman yang lagi hamil…wah belum kebeli nih…Apa lagi ya yang kelupaan??? Aku harap gak ada deh.

Kendala yang muncul dengan oleh-2 tsb adalah cara bawanya, secara yang aku harus terbang dr Jakarta-Balikpapan-Bontang, dan gak dapat pesawat dr Balikpapan-Bontangnya…hik…hikk,,,gara-gara Garuda men-change jadwal Pesawat dr jam 6 pagi menjadi jam 11 siang, akhirnya aku harus lewat darat selama 4 jam perjalanan darat….uuuhhhh semoga tidak batal puasanya. Akhirnya sebagian barang-2 udah aku kirim lewat TIKI..uuhh mahal ongkos kirimnya nih.

Paling menyenangkan saat menjelang lebaran adalah main kembang api dengan ponakan-ponakan. ya…karena aku anak terakhir dan belum berkeluarga sendiri, akhirnya hanya bisa bermain bersama ponakan, alias menjadi baby sister ;(…tapi menyenangkan bisa bermain kembang api dengan ponakan. Mendengar jeritan-jeritan mereka..hahahha…sebenarnya Aku sudah coba bermain kembang api sendiri di flat beberapa hari yang lalu…uuhhh sepi banget, cuman bisa memandangi percikan kembang api, tanpa ada suara jeritan-jeritan…sedih deh.

Oiya…ada yang belum aku lakukan adalah membayar Zakat Fitrah. Tahun lalu dibayarin Bapak..hihii…aneh Bapak masih menganggap aku anak kecil dan belum bisa bayar zakat fitrah sendiri. Akhirnya uangnya di jadiin zakat maal deh.

Apa lagi ya yang ketinggalan??? Oya..mungkin sebelum saya pulkam saya mau mengucapkan :

TAQABALLAAHU MINNAA WA MINKUM, SHIYAAMANAA WA SHIYAAMAKUM, MINAL AAIDIINA WAL FAAIDZIIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Gara-gara Interview

Tuesday, October 10th, 2006

Persiapan sejak ditelepon tgl 6 Oktober kemaren tidak membuat cukup waktu untuk mengerjakan test hari ini. Semua unpredictable! Semua yang aku pelajari tidak ada yang keluar…lah gimana mau terjawab aku belajarnya hitung-hitungan eh yang keluar definisi. Udah tahu gw paling malas ujian kalo harus menjawab suatu definisi…hahaha…jadi inget hasil First Asia, low in pengetahuan umum…lagian umur segini disuruh inget pelajaran waktu SD…Kalau ditanyainnya pengetahuan umum yang berlaku sekarang sih pasti inget, tapi kalo ditanyain yang udah lama banget ya agak dodol nih!.

Tapi menjadikan ini pelajaran berharga yang gak bisa aku beli dan gak ada yang jualan. Interview pembelajaran buat aku, sepertinya emang harus rajin-rajin kirim application later, biar belajar gratis untuk interview and test. Cuman yang masih tetap bikin bete adalah aku gak bisa maksimal menjawab test tertulis tersebut. Datang jam 10 tepat menyebabkan aku sedikit panik, udah gitu dpat komputer yang rada lelet. Informasi testnya langsung mengisi pertanyaan yang ada di program word di komputer, jadi udah gak ada test tertulis pakai tangan lagi….*kecanggihan tekhnology* untuklah Mr.Michael berbaik hati nambahin jam testnya 5 menit…hik..hik..hik…*berharga banget 5 menit*. Aku paling sebel kalau tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan maksimal, karena hasilnya juga akan tidak maksimal, bukan karena diterima or nggak nya aku di perusahaan itu, tp hasil saat ini. Segelintir orang yang tahu aku test hari ini udah sangat-sangat membesarkan hati *tenang rin kalo emang rejeki pasti keterima*..hihihi…emang gak ngotot sih untuk diterimanya, dan emang kalo rejeki pasti ada aja jalannya.

Dengan modal bahasa inggris yang pas-pas an aku menjawab pertanyaan tsb, udah definisi pakai bahasa inggris lagi…duh…kenapa sih gw nggak bisa berbahasa inggris dengan benar, kayaknya udah ikut kursus juga gak canggih-canggih. Pemikiran aku mungkin emang aku harus terjun, maksudnya emang harus berbahasa inggris di kerjaan maupun dirumah, baru deh bahasa inggrisnya bisa canggih. Itu juga sih yang membuat aku memberanikan diri untuk daftar di X Company. This is my ticket to foreign.

Interview ini udah membuat aku hanya tidur 2 jam setelah sahur kemaren, akibatnya kemaren aku flue berat, buka puasa langsung minum neozep, alhasil malamnya bukan belajar tp malah tidur..hahahha…payah banget. Kalo inget persiapan itu duh…nyesel gak belajar definisi.hahhahaah…penyesalan selalu datang telat.

Kesedihan menambah agendaku hari ini, apalagi ketemu seseorang yang gw pikir udah gak ada didunia ini *jahat banget yak*..hahahah..udah deh gak usah ngebahas ini.

Setelah semua yang aku lalui hari ini banyak yang memang harus aku perbaiki, apalagi berkaitan dnegan ilmu. Ilmu memang tidak akan lekang dimakan umur. Ya still praying and smile to face the world.

SMURF…SMURF…SMURF

Tuesday, October 3rd, 2006

Akhir-akhir ini aku sering banget nulis "SMURF" distatus aku. Seorang teman sempat menanyakan hal itu, "kenapa sih, loe lagi SMURF?"..hahahha…!!! Gak tahu nih akhir-akhir ini senang banget dengan satu kata itu "SMURF". Pada inget donk dengan buku cerita SMURF…hehehe…my favorite book.

SMURF itu banyak artinya, dan kita bisa mengartikan sesuka hati tergantung dari suasana hati. Seperti kalo aku menulis " We can be SMURF"…saat ini aku mengartikannya adalah " Kita dapat menjadi Orang yg sukses" tapi belum tentu loh apa yang aku artikan sama dengan yang orang lain artikan. Makanya aku suka menggunakan kata itu.

Teman-teman yang pernah dan senang banget dengan komik SMURF, pasti ngerti deh dengan bahasa SMURF ;) lucu banget deh. Seandainya semua orang SMURF pasti dunia akan menjadi SMURF.

Eh barusan dapat kabar nih dari ex boss, wah ternyata sudah jadi peneliti senior di rival BES….congguralation bro. Emang kalo kita SMURF semua pasti akan tampak SMURF..heheheh.

Tuesday, October 3rd, 2006

Jakarta, 03 October 2006 ; 17:36 Menjelang buka puasa.

Tiba-tiba pingin nulis di blog, sebenarnya udah dari sabtu malam lalu sih, cuman gak punya internet. Tapi karena nunda-nunda, akhirnya udah lupa deh apa yang mau di tulis. Sekarang aku mau membahas mengenai cowok…hihihih

Sejak di jakarta, kayak belum pernah deh nemuin cowok yang benar-benar baik. Kenapa aku bilang seperti itu…ya mungkin pengalaman berkenalan dengan cowok-cowok itu. Jadi inget waktu dinas ke Surabaya, ketemu ma teman-2 kantor Surabaya mereka menanyakan siapa cowok aku sekarang…hihhih..jawabannya " cowok yang mana satu ya/"  hahahah..jawaban simple tapi penuh dengan tanda tanya. Trus mereka juga bertanya, kenapa gak nyari cowok di Jakarta? (terjawab donk pertanyaan pertama)…hahahah!!! Cowok???…emmm rada ribet kalo ditanya itu, apalagi menjelaskan mengenai cowok di Jakarta. Bukan men-judge para cowok tersebut tapi emang kenyataan yang aku alami seperti itu. Menurut aku cowok Jakarta itu "MATRE"…eng-ing-ong….gak hanya cewek loh yang "Matre". Sebenarnya sih semua orang baik cowok/cewek dasarnya membutuhkan yang namanya materi, gak munafik lah itu. Orang gak akan hidup apalagi di Jakarta ini tanpa materi, namun materi tanpa kebahagian sepertinya gak akan lengkap deh. Yang ke dua cowok Jakarta itu masih melihat "Status keluarga"…masih berkaitan dengan materi tadi sih. Ya..begitu deh…kenapa aku bilang mencari cowok di Jakarta itu susah, kalo ceweknya gak modal alias pas-pas an…emmmm kayak aku deh jadinya…..hahahahha.

But the way, aku mungkin harus mengambil hikmahnya aja, yaitu tadi materi bukan segala-galanya…Tuhan tahu yang terbaik buat umatnya kok.

Tapi mungkin kita bisa lihat dari sisi wanitanya juga kali ya….semua ini karena emansipasi kayaknya. Itu yang membuat cowok memanfaatkannya. Salah satu contohnya, dulu cowok selalu senang saat menjemput ceweknya dengan mobil, sekarang setelah banyak cewek yang memiliki mobil sendiri dan bisa mengendarainya, cowok kadang minta dijemput sama ceweknya.hahahah, malah pernah seorang teman cowok menginginkan punya cewek yang punya mobil and bisa menyetir, biar dia gak capek kalo mesti jalan bareng…hihihihih "menyindir aku yang gak bisa membawa mobil di jakarta"…ya kayak-kayak gitu deh.

Pasti kalo cowok yang baca blog aku ini udah mencak-mencak nih, mengajukan pembelaan hihihihihi….udah aah aku mau pulang dulu.