My First Blog
Monday, July 18th, 2005This is my first Blog, gw gak tahu mo nulis apa ya?….jadi teringat email dari seorang sahabat, cerita tentang "Pohon, Daun dan Angin"…aku nggak tahu apakah aku seorang daun kini, maybe…
Cerita itu begitu menyentuh, intinya adalah cinta yang terpendam dan mungkin bertepuk sebelah tangan????eeemmmm…basi kali ya cerita itu, but it’s real…
Mungkin pertemuan ku dengannya, awalnya hanya ala kadarnya, just say name and smile as usual, tetapi aku nggak tahu rasa suka itu kemudian datang. Seperti sms seorang sahabat lama " Cinta dan Rindu itu bagaikan Jelangkung, datang tak diundang pergi tak diantar" . Benar juga sih…rasa sayang itu tiba-tiba saja datang, walaupun aku tahu di sudah memiliki kekasih. Waktu berjalan, akhirnya kita menjadi sahabat, walaupun dia tahu aku menyayanginya. Setelah di putus dengan pacarnya, kami menjadi lebih sering bersama. Aku menikmati kebersamaan itu, hinga akhirnya dia menemukan wanita lain untuk menjadi pacarnya. Saat itu aku begitu sakit, aku nggak tahu perasaan cemburu ini terlalu berlebihan. Aku berusaha menyadarkan diriku, bahwa aku bukan siapa-siapa dia, aku hanya sahabatnya, dan dia tidak punya perasaan apapun pada ku. Kata-kata itu selalu aku ucapkan dalam hati hanya untuk menguatkan diri.
Dia mulai jarang pergi denganku, aku sudah mulai terbiasa dengan keadaan itu. Ku coba untuk mencari kegiatan yang bisa melupakan tentang dia. Hingga suatu malam dia mulai menghubungi aku, bercerita masalahnya. Entah mengapa aku seperti orang yang dibutuhkan untuk bisa mendengar keluhan-keluhannya, dan aku menikmati itu. Hingga akhirnya dia mengatakan sudah tidak bersama pacarnya, hanya beberapa bulan.
Semua terulang lagi, kehidupanku dengannya seperti dulu lagi, kami mulai sering jalan bersama lagi, dan lagi-lagi rasa itu muncul kembali. Dan …sekali lagi aku harus sakit hati, saat suatu waktu aku mengetahuinya sudah memiliki pacar lagi, hanya berselang beberapa bulan sejak dia putus. Dan aku kembali bersedih…aku mulai benci keadaan itu, aku muak dengan diriku yang tidak pernah bisa menerima dia hanya teman biasa. Sudah 3 kali aku mengalami hal ini, hingga yang kesekian kalinya, dia mengajak aku untuk nonton, jarang-jarang dia mengajak aku di malam minggu, perasaan aku sedikit gundah, ternyata perasaan ku beralasan. Dia sengaja untuk mengajak aku nonton, hanya ingin menyampaikan bahwa dia telah memiliki kekasih lagi…oh GOD , salah apa si aku…
Mungkin dia telah melihat kekecewaan itu. Aku berusaha tegar di hadapannya, walaupun butir air mata mulai mengalir. Aku menerima itu…dan aku berjanji perasaan itu tak pernah ada lagi.
Namun seperti biasa, beberpa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa dia sudah sendiri lagi, and again he come back to me, dia bagaikan Kapal yang hanya bersandar di dermaga pada saat-saat tertentu, namun akhirnya Kapal itu tetap meninggalkan dermaga untuk kembali berlayar entah kemana.
Aku lelah dengan semua ini… aku hanya ingin mengubur semua kenangan dengannya. Terkadang aku berharap ini adalah mimpi belaka. Namun aku tetap terjaga dengan perasaan sedih, gundah. AKu tidak punya kekuatan untuk langsung mengatakan padanya. Doa ku hanya berharap Tuhan akan membantu aku untuk melupakan nya, menghapus memori tentangnya.
Seperti cerita Pohon, Daun dan Angin. Sekarang aku menunggu angin untuk meniupkan Daun meninggalkan pohon. Namun…sepertinya angin itu hanya sepoi-sepoi, belum mampu untuk menerbangkan daun tersebut. Entah sampai kapan Daun bisa bertahan di pohon itu, haruskah menunggu pergantian musim atau hanya menunggu Angin Kencang untuk meniupkan daun meninggalkan Pohon??? dan…Seseorang akan benar-benar kehilangan saat semua itu benar-benar hilang meninggalkannya.